Pencemaran air tanah -- Hidrogeologi Umum

Kata pengantar

Artikel ini merupakan bagian dari Bab Kualitas Air Tanah yang ada dalam Buku Hidrogeologi Umum Edisi 2017. Edisi ini adalah update dari edisi 2015 yang telah terbit sebelumnya.

Replace this text with your caption

Definisi pencemaran

XXX

Memetakan pencemaran air

Dengan metode pengamatan sifat fisik

aaa
bbb

Contoh kasus

Dengan metode pengamatan sifat kimia

aaa
bbb

Contoh kasus

Dengan metode geofisika

aaa

bbb

contoh kasus
Untuk mengetahui pencemaran air tanah bisa dilakukan eksplorasi secara geofisika dengan metode geolistrik. Pada penelitian sebelumnya metode geolistrik dapat digunakan untuk menentukan pencemaran air tanah, seperti penelitian yang dilakukan Esthi, dkk., (2008) berhasil memetakan arah penyebaran pencemaran air tanah (lindi) di sekitar TPA Putri Cempo di Kota Surakarta, Ngadimin dan Handayani (2000) melakukan penelitian monitoring rembesan limbah model fisik di laboratorium dan berhasil memperkirakan penyebaran kontaminan cair dalam tanah yang diasosiasikan sebagai fluida konduktif dengan anomali konduktif (resistivitas kurang dari 10Wm ).
Metode geolistrik terbukti merupakan metode sederhana dalam pendeteksian kualitas air tanah. Dalam penelitian ini sebelum dilakukan metode geolistrik terlebih dahulu dilakukan pemetaan isokonduktiviti. Pemetaan isokonduktiviti dilakukan dengan mengambil air sumur penduduk kemudian mengukur nilai konduktivitasnya dengan alat ukur conductivity/TDS (Total Dissolve Solid) meter dan pengolahan menggunakan program Surfer versi 8.0. Pemetaan isokonduktivitas digunakan sebagai acuan dalam penentuan titik pengambilan data geolistrik.
Survei tentang pencemaran airtanah dengan menggunakan resistivitas sounding Schlumberger telah dilakukan di Shooro Basin Iran Tenggara. Hasil penelitian mendapatkan dua bagian yaitu Barat dan Timur, bagian Barat menunjukkan adanya akifer dengan alluvial kasar dan bagian Timur menunjukkan akifer rendah bersifat payau (Gholam R. Lashkaripour dan Nakhaei, 2005).
Penentuan titik pengukuran geolistrik didasarkan pada pemetaan isokonduktiviti yang telah dibuat. Pada pemetaan isokonduktivitas dilihat dimana titik konduktivitas tertinggi, sehingga dijadikan dasar penentuan titik atau line pengukuran geolistrik. Pengukuran geolistrik sounding dilakukan untuk perolehan data penelitian dengan menggunakan konfigurasi Schlumberger dengan variasi bentangan arus AB/2 1,5 m sampai 350 m, dan variasi bentangan potensial MN/2 0,5 m sampai 25 m.
Langkah-langkah pengambilan data adalah: pertama melakukan tahap persiapan, selanjutnya membentangkan meteran sebagai tempat pengecekan titik-titik tancapan elektroda, penancapan elektroda, selanjutnya penghubungan dengan terminal arus dan potensial, selanjutnya data boleh diambil dengan cara menghidupkan Resistivitimeter OYO Model 2119C sebagai pengatur arus input dan arus output. Arus keluaran (arus transmisi) dan potensial terukur dipakai sebagai data penelitian pada proses atau tahapan penelitian selanjutnya. Selama pengambilan data, ada kontrol kurva resistivitas dengan menggunakan kurva matching; dilakukan untuk menghindari kesalahan pengukuran/ error, dimana jika pada saat data diambil, nilai resistivitas semu terukur tiba-tiba mengalami lonjakan secara drastis atau trend kurva membentuk kemiringan ≥ 45o, itu berarti data tersebut merupakan data error yang perlu dilakukan pengecekan dan pengukuran ulang, hingga keseluruhan data yang diambil kurva resistivitasnya memiliki kurva yang halus (smooth).