Uji Akuifer -- Hidrogeologi Umum

Status dokumen

  • Judul: Pumping test

  • Penulis: Dasapta Erwin Irawan dan Deny Juanda Puradimaja

  • Kontributor: Adhi Pramudito, ST dan Ali Lukman, ST

  • Status: Merupakan bab tambahan dari Buku Hidrogeologi Umum Edisi 2016

Berikut sedikit quote dari kontributor mengenai uji akuifer (atau disebut juga sebagai uji pompa) (Akun Instagram Adhi Pramudito).

Menyambung post sebelumnya, mungkin banyak yang bertanya-tanya ngapain saya sok-sok an tidur di bawah rembulan? (haha kayak ada yang bertanya-tanya aja). Jawabannya adalah saya sedang melakukan pumping test!
Yup, lubang yang baru dibor wajib banget buat diuji kapasitasnya dengan cara pumping test ini. Kenapa wajib ? Kita tahu bahwa keadaan air tanah di setiap daerah berbeda-beda, baik kapasitasnya maupun medianya. Kadang orang seenak jidat bilang saya mau debit 10 l/s tanpa tahu karakteristik geologinya seperti apa, yah kalau tidak ada hukum alam air mengalir di situ ya tidak akan ada airnya!
Pumping test ini berguna untuk mengetahui kapasitas sebuah akifer air tanah, dari hasilnya nanti kita bisa tahu debit optimum yang bisa kita ambil dari akifer tersebut. Kalau hasilnya bilang 3 l/s, Insya Allah diambil berapa lama pun dengan debit segitu tidak akan merusak lingkungan. Yang sering terjadi adalah debit optimum hanya 3 l/s tapi dengan serakahnya orang ambil lebih dari itu, ya turunlah muka air tanahnya, ambles, terus semua marah-marah.
Apapun yang ada di alam kalau kita ambil lebih dari kapasitasnya pasti ujung-ujungnya berdampak buruk untuk manusianya sendiri, kalau alam sih cuma berusaha menyeimbangkan dirinya sendiri. Ya, makanya Allah selalu bilang kita tidak boleh berlebihan dalam hal apapun.

\label{fig:drilling_location}Tipikal suasana lokasi pemboran dan uji akuifer di lapangan (Courtesy: PT. Supraindo Drill)