Pendahuluan Kebutuhan energi semakin meningkat setiap tahun tanpa adanya suplai daya yang memadai yang hanya mengandalkan teknologi konvensional seperti pembangkit listrik bertenaga uap dan diesel. Semua pembangkit energi tersebut menggunakan sumber energi fosil seperti batu bara, gas, dan minyak yang lama-kelamaan akan habis. Pergesaran pemenuhan energi telah beralih ke arah energi terbarukan dimana sumber energi didapatkan secara gratis seperti angin, matahari, dan air. Pembangkit listrik tenaga terbarukan memiliki kendala besar dibandingkan dengan pembangkit listrik konvensional yaitu penyediaan energi yang tidak berkelanjutan. Pembangkit listrik tenaga terbarukan dapat menjadi berkelanjutan apabila energi listrik yang dihasilkan dapat secara terus-menerus mensuplai kebutuhan daya listrik. Pembangkit listrik sistem hibrid merupakan pembangkit listrik yang diperoleh dari kombinasi lebih dari satu pembangkit. Pembangkit listrik hibrid dapat dikombinasikan dengan konvensional dengan konvensional, konvensional-terbarukan, atau terbarukan-terbarukan. Sistem energi yang berkelanjutan menggunakan sumber utama dari pembangkit tenaga terbarukan dan sumber cadangan dari pembangkit listrik konvensional atau sebaliknya. Berbagai macam penelitian lebih banyak menggunakan sumber energi terbarukan yang utama karena ketersediaan sumber daya yang mudah didapatkan.Di Provinsi Lampung memiliki perguruan tinggi negeri baru yaitu Institut Teknologi Sumatera (ITERA). ITERA berdiri sejak tahun 2014 dan saat ini masih mengalami krisis listrik untuk keperluan operasional dan manajemen. ITERA sendiri memiliki kebutuhan energi yang sangat besar karena penambahan jumlah mahasiswa setiap tahunnya. Jumlah mahasiswa ITERA bertambah sebesar 1000 orang setiap tahunnya. Setiap penambahan mahasiswa tersebut menjadikan kebutuhan energi meningkat per orang sedangkan penyediaan listrik masih menggunakan generator diesel dan jaringan PLN hanya mengaliri beberapa gedung saja. Generator diesel hanya dapat mensuplai listrik pada jam kerja saja yaitu pada pukul 07.00 pagi hingg pukul 16.30 lebih dari jam tersebut makan generator dipadamkan karena untuk menghemat bahan bakar.  Selain itu penggunaan generator juga menimbulkan beberapa gangguan selain suara yang dihasilkan bising menganggu kegiatan belajar mengajar yang saat berjalan. Generator diesel pun menghasil emisi yang membahayakan lingkungan sekitar sedangkan ITERA memiliki arboteroum untuk penghijauan kampus itu sendiri. ITERA sendiri memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan energi listrik berasal dari matahari menggunakan PV pada atap gedung.  Energi matahari bersifat bersifat gratis dan bersih. Pembangkit listrik hibrid dengan menggunakan sumber energi terbarukan yaitu Solar PV pada atap gedung dapat meningkatkan suplai daya listrik dengan sumber tenaga cadangan generator diesel. Pembangkit listrik hibrid dapat diterapkan disetiap gedung menyesuaikan kebutuhan energi listrik pada setiap gedungnya.  Pada penelitian ini perbedaan tipe pembangkit listrik hibrid disesuaikan dengan skenario dan perbandingan energi listrik serta optimasi. Setiap kombinasi dari pembangkit listrik hibrid khususnya solar pv menggunakan data meteorologi yang berasal dari stasiun Metrologi, Klimatolgi, dan Geofisika yang ada di ITERA.  Data konsumsi penggunaan beban gedung menggunakan pemodelan dari hasil konsumsi listrik menggunakan data secara ekonomi. Optimasi dari pemodelan sistem pembangkit energi hibrid ini menggunaka software  Hybrid Optimization Model Electric Renewable (HOMER) . Software ini dapat membantu menganalisa  sensitivitas ekonomi dan optimasi pada desain sistem pembangkit. LCC  Life Cycle Cost digunakan pada analisa sistem ini. LCC memiliki beberapa komponen seperti biaya operasi, biaya instalasi, dan biaya investasi dari saat pembangunan pembangkit hingga durasi pembangkit berfungsi. Software HOMER mensimulasikan sistem dengan jaminan pada penyediaan kebutuhan energi pada konsumsen dan alternatif tekonologi yang sudah ada.  Pada penelitian ini berisi pada sub bab 2 mengenai tinjauan pustaka, sub bab 3 mengenai metodologi penelitian, hasil dan diskusi berada pada bab 4, dan yang terakhir bab 5 berisi mengenai kesimpulan2. Tinjauan PustakaPembangkit listrik tenaga hibrid menjadikan aspek kelayakan ekonomi-teknik dan penerapannya untuk mengatasi kebutuhan dari pembangkit yang terisolir dari jaringan listrik pemerintah untuk 20 tahun dengan acuan pembangkit hibrid menggunakan sumber tenaga terbarukan seperti sinar matahari yang memiliki waktu penggunaan 20 tahun. Setiap pembangkit energi hybrid harus memiliki  tidak  kurang dari sumber energi terbarukan sebagai pembangkit dan mememuhi kebutuhan beban seluruhanya. Beberapa komponen penting dalam pembangkit tenaga hibrid adalah setiap sistem hibrid dapat mengukur potensi dari setiap daerah yang berbeda secara iklim geografisnya seperti intensitas matahari, kecepatan angin, suhu, tingkat curah hujan dan lain-lain. Analisa perbandingan dari sistem hibrid ini menghasilkan beberapa solusi optimal berdasarkan biaya minimum.                      Beberapa penelitian menunjukkan hasil penelitian berbeda
Penelitian rjte
Provinsi Lampung merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia. Energi merupakan salah satu faktor sebuah negara atau daerah dapat berkembang. Energi dapat berupa listrik, minyak, dan lain lain. Penyediaan energi di masa depan merupakan faktor kunci menentukan kebijakan umum pada pemerintah.Pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proyeksi penggunaan energi terbarukan sesuai dengan arah kebijakan energi nasional. Data yang digunakan adalah  produk domestic regional bruto, konsumsi listrik, konsumsi bahan bakar minyak, dan indikator energi lainnya. Pada penelitian ini meggunakan LEAP untuk memodelkan dan memprediksi kebutuhan energi pada tahun 1. Pendahuluan Pada kondisi saat ini telah diketahui bahwa permintaan akan penyediaan energi terus meningkat dari tahun ke tahun untuk mencukupi kebutuhan sektor rumah tangga, transportasi, industri  maupun komersial. Di sisi lain, pemakain  energi pada masing-masing sektor tersebut masih jauh dari kriteria efisien sehingga pemakaian cenderung boros. Salah satu provinsi terbesar di Indonesia yaitu Sulawesi Selatan memiliki masalah utama yaitu kebutuhan dan pemenuhan energi. Menurut Ketua Bappeda Provinsi Lampung (“Sosialisasi KEN,” 2014) provinsi Lampung saat ini masih mengalami defisit energi listrik Sebesar 209,1 MW dengan ratio elektrifikasi sebesar 74,4 %. Sebagai mana diketahui Provinsi Lampung memiliki sumber daya energi terbarukan sebagai energi alternatif pengganti energi fosil. Menurut Huang dan Bohr metode forecasting data menggunakan LEAP untuk memprediksi kebutuhan energi di Taiwan atau pun di negara lain sangat berbeda sehingga dibutuhkan perencanaan yang membutuhkan waktu dan skenario energi yang berbeda. Dengan menggunakan LEAP kebutuhan tiap negara atau daerah dapat ditunjukkan keuntungan dan kekurangan tiap penggunaan sumber energi  terhadap lingkungan di sekitarnya. Pada Penelitian Manjang, Arief, dan Kitta  menunjukkan kebutuhan energi listrik di provinsi Sulawesi Selatan pada suatu desa. Survei data dan analisis data menggunakan LEAP yang akan menghasilkan prediksi pemakaian dan penyedian energi listrik di Sulawesi Selatan Penelitian McPherson & Karney, (2014) menunjukkan pemodelan kelistrikan di negara Panama menggunakan LEAP.  Skenario pemenuhan listrik pemenuhan listrik di Panama yang dihasilkan adalah empat dengan tujuan utama yaitu biaya produksi listrik lebih ringan, pemanasan global yang berkurang, serta sumber energi yang dapat dioptimalkan                 Permasalahan pada penelitian ini adalah menentukan gambaran masa depan terkait pemakaian dan penyediaan energi serta menentukan bauran energi di provinsi Lampung. Sehingga dapat diuraikan  lebih terperinci yaitu  keseimbangan permintaan dan penyediaan energi , besar sharing energi terbarukan terhadap penyediaan energi Penelitian ini bertujuan menentukan proyeksi permintaan dan penyediaan energi listrik per sektor pemakai di provinsi Lampung    2. Metode Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ekonometri dengan mengumpulkan data-data konsumsi energi per sektor. Pada gambar 1 ditunjukkan langkah-langkah penelitian yang dilakukan